Archive for the ‘Sebuah kisah’ Category

Sibuk..

December 31, 2010

sibuk katamu

sesibuk itukah?

ah..kupikir kau memang sibuk..

baiklah, aku takkan mengganggu kerjamu

Selamat bekerja sayang, ucapku

 

sesibuk itukah?

seharian tak ada kabar, tak telp atau sms

kuberdoa.. semoga kau selalu diberi kemudahan

kuberdoa..semoga kau selalu diberi kekuatan menghadapi semua

 

Sesibuk itukah?

jika ternyata kau masih sempet melakukan sesuatu untuk wanita lain

jika ternyata kau masih sempat untuk sms, ym dan telp dengan wanita lain.

 

Haruskah aku merasa sakit hati?

Haruskah aku merasa sedih?

kau memintaku untuk bersikap biasa..

Baiklah, aku akan bersikap biasa

Advertisements

Burung kertas

November 12, 2009

Pernah denger sebuah mitos bahwa jika kamu membuat 1000 buah burung kertas lalu kamu membakarnya dan menyebutkan sebuah harapan, maka harapan kamu akan terwujud karena burung – burung kertas yang kamu bakar jiwanya akan melatang tinggi ke langit hingga mendekati surga lalau tuhan akan mendengar harapanmu dan harapanmu besar kemungkinannya akan terwujud..

Sekitar 2,5 tahun yang lalu, ketika masa – masa berat dihidupku dan aku beusaha untuk tetap ‘berada’ di dunia ini. Aku mencoba mengalihkan pikiranku yang sangat kalut dengan membuat burung – burung kertas

Aku membuat burung – burung itu dengan harapan

1. Aku bisa tetap fokus dimana aku berada.

2. Aku berharap semoga setiap 1 burung yang aku buat bisa meringankan sedikit rasa yang ada di hati. Jika 1 burung 1 rasa semakin banyak aku membuat burung semakin ringan rasa dihati ini.

3. Aku juga berpikir jika 1 burung mewakili serpihan – sepihan impian yang sempat hancur aku berharap semakin banyak burung yang aku buat impian itu semakin menyatu kembali dan bisa terwujud jika aku membakarnya kelak.

Akhirnya aku membeli kertas biru dalam jumlah banyak ( Blue it’s my fave). Aku potong berukuran 3 x 3 cm. Aku pikir semakin kecil ukuran burungnya akan semakin sulit membuatnya dan aku akan semakin fokus dalam pengerjaannya.

Aku buat setiap hari sambil mengisi setiap waktu yang berlalu di dalam kamar ( saat – saat dimana aku belum bisa beraktivitas secara full ), awalnya memang sulit dan aku benar – benar dibuat konsentrasi karenanya. Setiap hari aku bisa menghasilkan hampir 50 – 100 tergantung mood juga hehe.. sampai akhirnya aku bisa kembali beraktivitas, aku selalu membawa tempat kecil dan potongan kertas biru di dalam tas, sehingga setiap kali pikiranku mencoba melayang jauh aku akan langsung mengambil potongan kertas itu dan membuat burung. baca selanjutnya

Menyakiti…

November 8, 2009

Setiap manusia pasti tidak ingin disakiti, tapi setiap manusia juga pasti pernah menyakiti.


Sebelumnya aku tak pernah terbayang akan pernah menyakiti orang hingga begitu dalam. Aku mungkin bisa membayangkan sedalam apa dan bagaimana rasanya tapi kalau memberitahu persis bagaimana rasanya mungkin akan berbeda untuk setiap orang, tergantung cara menerima dan resistensinya.

Ya..aku menyakitinya..seseorang yang pernah dan sejujurnya masih aku sayang hingga saat ini. Aku menyakitinya hingga menghancurkan semua mimpinya.Aku menyakitinya hingga perjuangannya untuk pulihpun sulit. Aku menyakitinya hingga dia harus berlari – lari dari semua kenyataan hidup. Aku menyakitinya hingga rasa itu akan terbawa hingga kelak usia menua.Aku menyakitinya hingga mungkin dia akan sangat sulit memaafkanku.

Huff…

Tahukah kau bahwa aku disini jauh lebih sakit daripadamu. Tahukah kau bahwa aku disini mengalami kehancuran, perjuangan, pelarian, dan rasa yang takkan pernah bisa aku lupakan juga. Tahukah kau bahwa aku disini pun  sangat sulit memaafkanmu.( hohoho egonya muncul.. )

Terlepas dari semua itu

Tahukah kau bahwa aku disini pernah sangat berjuang agar aku tak menyakitimu. Tahukah kau bahwa aku disini menyayangimu dan tak ingin kau terluka lebih dalam lagi dengan menyimpan semuanya. Tahukah kau bahwa disini aku bergulat diantara rasa benci, rasa marah, rasa sayang, dan rasa bersalahku kepadamu. Tahukah kau bahwa aku disini menderita karena rasa bersalah yang besar itu kepadamu. Tahukah kau bahwa pikiranmu tentang aku bahagia di atas penderitaanmu itu sebuah kesalahan. Tahukah kau bahwa disini aku risau memikirkan bagaimana caranya agar aku dapat menebus semua kesalahanku.

Ingin menceritakan segalanya agar semua masuk dinalarmu.Ingin aku simpan saja agar kenangan – kenangan indah itu akan tetap terjaga. Tidak tahu bagaimana caranya..Tidak tahu harus memulai darimana..Lewat tulisan ini aku hanya ingin meminta maaf padamu dan lewat doaku aku selalu menyelipkan namamu agar kau mau memaafkanku dan agar kau mendapatkan kebahagiaan sejati.

Asal kau tahu jauh di dalam hati kecilku aku masih menyayangimu..

 

Dare to dream..

November 7, 2009

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia

Bebaskan mimpimu ke angkasa raih lah bintang di surga.

Waktu aku smu, aku pernah membaca buku “Merancang hidup dan merencanakan masa depan” bukunya Marwah Abu Daud. Selesai aku membaca buku itu, aku mulai memahami arti sebuah mimpi. Aku pun menuliskan mimpi- mimpiku lalu aku membuat time tableku sendiri, 25 tahun kedepan, 10 tahun kedepan, 5 tahun kedepan. Semua telah aku tata sedemikian rupa dan aku berusaha untuk mencapainya. Aku tetapkan target – target kecil untuk kemudian melangkah menuju sesuatu yang besar. Aku selalu bahagia dengan keberhasilan – keberhasilan kecil yang membuatku yakin aku mampu meraih yang lebih besar. Ada fighting dan spiritnya saat itu, Ada pula hati yang ikut bergerak karenanya.

Di umurku yang 20 thn, sesuatu terjadi di hidupku.Berawal dari perubahan kecil yang dampaknya cukup besar. Cukup besar hingga akhirnya perubahan itu berubah menjadi perubahan besar. Mimpi – mimpi yang sudah aku tata, time table yang sempat aku buat aku tinggalkan begitu saja. Aku mengubah mimpi – mimpiku menjadi sebuah mimpi – mimpi sederhana. Saat itu aku hanya bermimpi aku ingin bahagia dengan keadaanku yang baru, Aku tidak mau bermimpi yang tinggi – tinggi.

Setahun kemudian, di umurku yang 21 thn. Sesuatu yang lebih besar kemudian terjadi, berbagai masalah timbul. Di penghujung tahun masalah yang bagiku sangat besar muncul. Psiskis maupun fisikku tidak sanggup menanggungnya. Daya tahan tubuhku pun mulai menurun, tapi aku coba bertahan dengan bermimpi. Aku menata ulang mimpi – mimpiku. Aku mencoba berdiri tegak diatas mimpi – mimpi baruku, mencoba menjalani hidup dengan mimpi itu. Namun kemudian di akhir tahun karena sebuah sms tidak bertanggungjawab mimpi – mimpi itu hancur berantakan, benar – benar jadi debu dan tertiup angin, begitu juga dengan hidupku.

Tidak mudah menjalani tahun itu, Aku bahkan berani mengatakan bahwa aku sempat mengalami gangguan jiwa. Ya..aku mengalamimya. Bahkan kejadian itu membuat aku trauma hingga saat ini. 3 tahun sudah berlalu namun kejadian itu masih terekam jelas dikepalaku, rasa itu masih ada, bahkan psikosomatisnya pun masih ada. Perubahan yang cukup signifikan terjadi. Bergulat dengan diri sendiri, melepas pikiran untuk mengakhiri hidup, berhenti melamun yang akhirnya buatku mengalami disorientasi ruang dan waktu.

Setelah kejadian itu, aku benar – benar tidak mau dan tidak mampu untuk bermimpi. Aku hanya bersyukur masih bisa menjalani hari – hariku dengan normal dan aku hanya ingin menjalani hari – hariku saja sehari demi sehari. Yang semula ntar gimana, menjadi yasudah gimana ntar. Yang semula semua rapi dan terencana menjadi berantakan dan jalani saja. Semua berubah, hidupku, cara fikirku. Honestly aku masih belum bisa berdamai dengan diriku sendiri, belum bisa berdamai dengan seseorang yang aku menyalahkan semua yang terjadi ini karena ulahnya ( Yang terakhir kudengar sms itu hanyalah permainan dia dan temannya dan hanyalah salah satu caranya untuk merasa diperhatikan, atau mungkin untuk merasa penting Grrrrrrrr……).

Namun, Tuhan sangat sayang padaku melalui tanganNya aku diingatkan kembali untuk bermimpi, agar aku bisa merasa lebih hidup. Memiliki soul dan spiritku lagi. Menjalani hari dengan menggunakan hati lagi, tidak hanya sekedar robot yang menjalani hari demi hari sekedar rutinas.

Dengan tangannya Tuhan berusaha menyadarkanku kembali betapa pentingnya sebuah mimpi. Terimakasih untuk A yang sudah slalu memberi supportnya untukku, dan selalu berusaha untuk mengingatkan aku tuk kembali pada mimpi -mimpi ku. ( luv u A..)

Terimakasih untuk Tuhan yang sebulan lalu membuatku membeli buku yang aku pilih secara acak tapi isinya semua ternyata tentang menggapai mimpi. Setelah membaca buku itu aku berusaha untuk bermimpi lagi ( sungguh buatku bermimpi itu memerlukan usaha )

Terimakasih untuk Tuhan yang hari ini aku diberi kesehatan hingga dapat menghadiri sebuah pelatihan dan kembali mengingatkan aku untuk bermimpi, mengingatkan aku lagi dengan arti sebuah mimpi.

Teman, apapun yang kalian jalanin sekarang. Coba pejamkan mata sejenak lalu bayangkan apa yang kamu inginkan untuk besok, dua hari kedepan, seminggu kedepan, sebulan kedepan, setahun kedepan, 5 tahun kedepan dan 10 tahun kedepan. Coba bayangkan gambaran apa yang ada dipikiran teman – teman, ingin menjadi seperti apa teman – teman nantinya, mimpi apa yang ingin teman – teman raih.

Bagi yang sudah melihat mimpi itu, kejarlah mimpi itu. Bagi yang belum mari kita sama – sama merumuskan , mencari dan menggambarkan mimpi – mimpi itu..

Aku pernah punya mimpi dan mencoba meraihnya, pernah juga kehilangan semua mimpi dan menjalani hari – hari tanpa mimpi. Percayalah teman jika kita punya mimpi, hidup kita kan lebih bermakna, soul dan spirit yang terpancar dari diri kita akan sangat berbeda dan akan membuat perbedaan juga dalam menjalani hari – hari kita. ( perbedaan ini akan teman – teman rasakan sendiri dan mungkin oleh orang – orang sekitar teman – teman ).

So friend just dare to dream and fight for it.. 🙂