Archive for the ‘Ceritanya bintang’ Category

World? it’s not only about me..

October 27, 2009

Kalau baca judul di atas, beberapa komentar yang mungkin muncul adalah “ya..iyalah kemana aja?”, “baru nyadar?” atau hanya sekedar mengucap kata ” memang”..

hmm..

Kalau dibilang baru nyadar mungkin iya, dengan kesadaran yang berbeda tentunya..Semua berawal dari angkot ( What angkot lagi? xixixi)

Baru semalam gw ngerasa paling menderita di dunia, merasa sendirian, sengsara, merana, korban, ya pokoknya uda jadi dementor aja gitu,dengan dipenuhi air mata tentunya..halah..

Paginya,bangun dengan keadaan kuyu, ga semangat sama sekali. Pergi menjalani rutinitas seperti biasa dimana semalam rutinitas ini menjadi salah satu bagian yang bikin gw merasa menderita (ups..). Gw langsung naik angkot, duduk di pojok dekat kaca besar di bagian belakang (fav place bgt dah.. :))

Biasanya kalau pas naek angkot gw bakal baca,mikirin must do buat ntar begitu sampai tujuan,mikirin gimana cara menyampaikan apa yang harus disampaikan,mikirin kejadian kemarin  atau lihat – lihat sekitar tapi dengan pikiran melamun,ya pokoknya banyak

Pagi itu, gw memilih untuk melihat – lihat. Mata gw menangkap seorang bapak yang mengendarain sepeda motor membonceng kedua anaknya berangkat ke sekolah, gw langsung berpikir yang nganter ke sekolah mungkin bukan cuma bapak satu ini. Gw pun akhirnya melihat lagi disekitar, seorang ibu yang menyupir mobil ditemani anaknya yang lelap tertidur di bangku depan, anaknya berseragam sekolah, mungkin rumahnya jauh dan perjalanan ke sekolah masih panjang  sehingga harus bangun lebih pagi dan akhirnya tertidur di jalan, atau memang ngantuk aja karena semalam tidurnya larut.

Mata Gw beralih lagi kepada seorang istri yang menghitung uang di dalam mobil, mungkin lagi bagi – bagi uang biaya bulan ini. Seorang suami yang harus duduk di depan sendirian karena istrinya duduk di belakang sedang mengetes anak laki – lakinya mengenai pelajaran di sekolah, tangan satunya memegang buku pelajaran sementara tangan lainnya menyuapi anak perempuannya yang lebih kecil.

(more…)

Advertisements

Aku dan monyet..???

August 6, 2009

ibsntag

monyet malu

monyet malu

Aku dan monyet…Hari – hari terakhir ini mencoba mengalihkan perhatian dari hal lain dengan berpikir tentang aku dan monyet. Berawal dari kejadian di angkot ( see..gimana angkot bisa jadi tempat belajar yang cukup efektif.. makanya ngangkot dund hehe ga penting). Sore itu disuatu simpang..angkot gw berhenti karena lampu merah..

Di sebelah kanan jalan, tukang doger monyet lagi sibuk melakukan atraksi bersama monyetnya yang samar gw denger ( iyalah samar, dengan bisingnya kendaraan dan kerasnya musik yang mengiringi atraksi itu ) monyet itu dipanggil tongki.

Setelah berbagai atraksi akhirnya tongki melakukan gerakan shalat dari takbir hingga sujud, lengkap dengan membentangkan sajadahnya. (more…)

pasir dan batu

August 5, 2009

Dua orang pengembara sedang melakukan perjalanan. Mereka tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang hanya ada pasir membentang.

Jejak – jejak kaki mereka meliuk – liuk di belakang. Membentuk kurva yang berujung di setiap langkah yang mereka tapaki. Debu – debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan merunduk.

Padang Pasir

Padang Pasir

Tiba-tiba badai datang. Angin besar menerjang mereka. Pakaian mereka mengelepak, menambah berat langkah mereka yang terbenam di pasir. Mereka saling menjaga dengan tangan berpegangan erat. Mereka coba melawan ganasnya badai.

Badai reda, tapi musibah lain menimpa mereka. Kantong bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi. Isinya tercecer. Entah gundukan pasir mana yang meneguknya. Kedua pengembara itu duduk tercenung, menyesali kehilangan itu. “Ah…,tamatlah riwayat kita.”kata pengembara pertama. Lalu ia menulis di pasir dengan ujung jarinya. ” kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini.”

Kawannya, si pengembara dua pun tampak bingung. Namun, mencoba tabah. Membereskan perlengkapannya dan mengajak kawannya melanjutkan perjalanan. Setelah sekian lama menyusuri padang pasir, mereka melihat ada oase di kejauhan. ” Kita selamat,”seru salah seorang di antara mereka. ” Lihat, ada air di sana.” (more…)

Sang pengamen

July 27, 2009

Setiap pagi ketika gw berangkat ke tempat kerja, gw selalu bertemu dengan seseorang yang jujur bikin gw penasaran banget.

Pagi – pagi dia sudah berdiri di perempatan jalan ( selalu jalan yang sama dan tempat yang sama ). Ketika lampu mulai merah dia menghampiri
angkutan umum yang berada di dekatnya, lalu ia akan bernyanyi dengan suaranya yang merdu ( menurut gw ) diiringi oleh gitar ( yang ga asal genjreng)
serta sering kali iringan ini ditemani juga oleh suara harmonika.

Setiap hari gw selalu bertemu dengan dia, mesti bukan kendaraan yang gw tumpangi tapi setidaknya gw bisa mendengar suaranya
walaupun gw ketemu setaip hari tapi gw ga pernah bosen, karena lagu yang dia nyanyikan selalu berbeda
dan ga asal nyanyi tapi betul – betul nyanyi dengan nada yang pas, iringan yang pas kadang improvisasi yang menurut gw malah membuat lagunya lebih enak di denger ( setidaknya oleh telinga gue)

yup..seseorang ini adalah seorang pengamen
tapi buat gw dia bukan sekedar pengamen

dia mengamen bukan hanya asal mengamen
dia bernyanyi tidak asal bernyanyi
dia mengamen bukan sekedar mencari uang
dia mengamen tidak hanya dengan suara tapi juga dengan hati

Banyak pengamen yang bikin gw suka jadi ilfil. asal gonjreng, asal nyanyi yang penting dapet uang
mengharapkan belas kasihan dari orang,sehingga jika ada yang memberi seolah – seolah berupa sedekah, ya karena kasihan
mungkin memang kondisi yang menyebabkan mereka begitu

dan buat gw, pengamen yang satu ini dia betul – betul menjadikan ngamen pekerjaannya
uang yang di dapat adalah gaji dari kerja kerasnya, sma halnya seperti orang kantoran bekerja
dia tidak mengharapkan belas kasihan dari orang – orang
jika ada yang memberinya uang, betul – betul uang karena performancenya bukan karena kasihan padanya

ah.. kata – katanya blelibet..

pengamen ini memberi inspirasi buat gw, dimana gw jarang sekali memberi totalitas pada pekerjaan gw
kadang bikin gw berpikir juga, mungkin karena dia melkaukan yang dia suka dia jadi enjoy melakukan pekerjaannya
gw? gw suka ga ya dengan pekerjaan gw?
hah.. gw sech bekerja bukan karena suka tapi karena butuh..
itu juga kali ya yang bikin gw ga bisa total dalam pekerjaan gw hohoho..