
8 tahun yang lalu, pertama kali kita menjadi dekat. Kujalani hari-hari dengan hadirmu. Ntah sejak kapan aku mulai jatuh cinta padamu dan ntah sejak kapan aku ingin membasuh segala sakitmu dengan tawa. Mendampingimu dalam setiap cerita.
5 tahun yang lalu, aku berdoa pada Tuhan, “jika memang dia jodohku maka dekatkanlah, jika bukan maka jauhkanlah”. Tuhan kemudian menjawab doaku dengan mengirimmu ke pulau sebrang. Aku pasrah,aku terima, namun kemudian Tuhan memberiku skenario lain dan kamipun terikat satu dengan yang lainnya hingga kini.
Hari demi hari,bulan demi bulan, tahun demi tahun kujalani. Riak itu selalu ada, ombak itu selalu datang menerjang. Kucoba bertahan, karena kuyakin akan dirimu. Ku telan semua rasa, karena kuyakin akan akhir yang bahagia. Ku selalu berdoa untuk kita berdua
Tahun ini, ketika ku sudah tak kuasa menahan semua rasa. Kukembali berdoa.. Doa yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu. “Tuhan, jika ia memang jodohku maka dekatkanlah dan kuatkan kami. Jika bukan maka jauhkanlah, dan kuatkan aku”. Tuhan menjawabnya dengan membuatmu dekat, tapi kembali Tuhan punya skenario lain untukku.
Tak kuasa ku menahan air mata dalam setiap malamku, dalam setiap doaku. Tuhan, berikanlah petunjukMu. Jika ini semua yang terbaik untukku maka kuatkanlah aku.
Desember kembali datang dan akan berakhir hari ini. Aku takut Tuhan, takut jika keadaan ini terus berlanjut di tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya. Beri aku kekuatan Tuhan, untuk berani menghadapi, untuk berani melangkah. Demi diriku.. demi dirimu..demi keluargaku..demi keluargamu.. demi kita..demi dia..dan demi dirinya
Tuhan kupasrahkan semua padaMU..
-311211-